LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
DI
ARMA JAYA OFFSET
TAHUN
PELAJARAN 2015/2016
Disusun oleh :
Nama :
Fajriyyatul Lailiyah
NIS : 10761
Kelas :
XII
Kompetensi Keahlian : Multimedia
PEMERINTAH
KABUPATEN KENDAL
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI
1 KENDAL
Website:www.smkn1kendal.sch.id Email:info@smkn1kendal.sch.id
Website:www.smkn1kendal.sch.id Email:info@smkn1kendal.sch.id
Alamat:Jl.Soekarno
Hatta Km.03 Kendal Telp:/fax.(0294)381137
HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) ini :
Disusun oleh:
Disusun oleh:
Nama : Fajriyyatul Lailiyah
NIS :
10761
Kelas : XII
Kompetensi Keahlian : Multimedia
Dilaksanakan di :
Nama Perusahaan/Instansi : Arma Jaya Offset
Alamat : Desa Sembung RT 05 Rw 02
Cepiring-Kendal
Cepiring-Kendal
Telah diteliti,
disetujui dan disahkan di: Kendal
Pada
tanggal: 12 September 2015
Pimpinan
DU/DI/Instansi Pembimbing Sekolah
Drs. Zaenal
Arifin SH Kusnandar Afrisia Sst
NIP.
-
NIP.198504252009031002
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Drs. Suroyo
Pembina
NIP.19620310 198703 1013
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan...........................................................................................2
Kata Pengantar…………………….....................................................................3
Daftar Isi…………………………......................................................................4
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar belakang Praktek Kerja Industri……………………..........................6
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri
1.2.1
Tujuan Umun Praktek Kerja Industri……………………..................7
1.2.2
Tujuan Khusus Praktek Kerja Industri…………………....................7
1.3 Tujuan Penulisan
Laporan.............................................................................8
BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA
INDUSTRI
1.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktik
a.
Keterangan
Singkat Perusahaan..............................................................9
b.
Waktu
Pelaksanaan
Prakerin...................................................................9
c.
Alamat
Perusahaan..................................................................................9
1.2. Kegiatan Yang Dilaksanakan
a. Penempatan kerja selama prakerin dan
waktunya...................................10
b. Uraian tugas yang
dilaksanakan..............................................................10
c. Alat dan bahan yang
digunakan...............................................................11
d. Prosedur
pelaksanaan...............................................................................11
e. Kebersihan dan keselamatan
kerja...........................................................12
1.3. Masalah Yang Dihadapi Prakerin dan
Pemecahannya
a. Masalah yang
dihadapi............................................................................13
b. Pemecahan
Masalah................................................................................13
c. Rumusan Masalah...................................................................................13
Pembahasan Mengenai Rumusan Masalah
1. Perbedaan Antara Percetakan Digital dan
Percetakan Offset....14
2. Mengenali Mesin Percetakan Offset……………......................14
3.
Proses Percetakan Offset……………………............................16
4. Tahap-Tahap Proses Sablon Manual…………..........................18
BAB III PENUTUP
1.1.
Kesimpulan................................................................................................24
1.2. Saran-saran.................................................................................................24
Daftar Gambar dan
Ilustrasi..............................................................................25
Daftar
Pustaka...................................................................................................28
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Praktek Kerja Industri
PRAKERIN
(Praktek Kerja Industri) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran
yang dilaksanakan di Dunia Usaha Atau Dunia Industri dalam upaya pendekatan
ataupun untuk meningkatkan mutu siswa – siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya dan juga menambah bekal
untuk masa – masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta
ketat dalam persaingannya seperti di masa sekarang ini.
Dalam
pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini diharapkan setiap siswa – siswi mampu
mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang dilakukan di dunia
Usaha ataupun di dunia Industri agar siswa – siswi tersebut dapat mencapai
serta mendapatkan sesuatu yang baik dan berguna bagi dirinya serta agar siswa –
siswi tersebut mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal apa yang telah
dilakukannya selama berada di dunia Usaha atau dunia Industri sehingga mampu
membuat dirinya diperhitungkan di dunia usaha atau dunia industri. Prakerin
memberikan dan sekaligus mengajarkan kepada anak didik akan dan bagaimana
kehidupan di dunia kerja. disamping ajang uji coba ilmu yang ia pelajari.
Melalui prakerin siswa diharapkan mampu memahami tentang bagaimana tata dan
aturan di dunia industri/usaha, sehingga ketika ia nantinya tamat ia sudah
benar-benar siap bekerja baik secara keilmuan maupun secara kejiwaan dan
mental.
1.2.
Tujuan Praktek Kerja Industri
Praktek
Kerja Industri ( PRAKERIN ) ditunjukan untuk membentuk supaya memiliki
professional kerja antara lain :
Tujuan UmumPelaksanaan Praktek Kerja Industri merupakan implementasi dari kebijakan sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pada kelompok mata pelajaran kejuruan dan keahlian sepenuhnya dilaksanakan di masyarakat dan di dunia usaha sekaligus pemenuhan dari kurikulum yang diprogramkan di SMK N 1 KENDAL
Tujuan Khusus
- Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan bagi siswa sebagai bekal dalam memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya.
- Memperluas pandangan siswa terhadap jenis kerja yang ada di bidang bersangkutan atau tempat praktek dengan segala persyaratannya.
- Memberi peluang masuk atau penempatan bagi tamatan dan kerjasama dengan tempat prakerin
1.3.
Tujuan Penulisan Laporan
a. Sebagai
bukti telah melaksanakan Prakerin.
b.
Sebagai
salah satu syarat untuk mengikuti ujian karya tulis.
c.
Untuk
memenuhi tugas yang diberikan pembimbing produktif
d.
Untuk
melatih kemampuan siswa dalam menulis laporan secara ilmiah.
e.
Sebagai
laporan dari hasil Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang telah dilaksanakan
secara tertulis.
f.
Memantapkan
dan mengembangkan pelajaran yang diperoleh disekolah dengan penerapan didunia
kerja
g.
Sebagai
bukti tertulis bahwa siswa telah melaksanakan pakerin.
h.
Sebagai
pedoman untuk pembuatan karya tulis selanjutnya.
i.
Agar
siswa mampu memahami, menetapkan dan mengembangkan pelajaran yang di hapus dari
sekolah dan menerapkan nya di dunia usaha kerja.
j.
Agar
para siswa mampu mempelajari, memahami, memantapkan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan yang sudah diperolehnya dari sekolah dan dapat menerapkannya langsung di lapangan
kerja.
k.
Agar
siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan dari sekolah yang
berhubungan dengan hasil prakerin.
l. Agar
siswa dapat menuangkan pikiran ke dalam tulisan yang dapat diuji keilmiahannya.
m. Agar siswa mampu mencari alternatif
pencerahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih dari
pelaporan.
n.
Memberikan
alternatif pemecahan masalah kejuruan dengan lebih luas dan mendalam
o.
Untuk
menyimpulkan peningkatan wawasan dan pengetahuan siswa angkatan berikutnya
p.
Untuk
menerapkan gambaran yang seharusnya dalam melaksanakan praktek kerja industri
sampai dimana pengetahuan atau kemampuan dalam mengikuti praktek kerja
q.
Untuk
menyimpulkan data, guna kepentingan pribadi siswa
r. Untuk
memantapakan siswa dalam pengembangan atau penerapan pelajaran sekolah dari
hasil prakerin.
s.
Untuk
melatih dan mengingatkan keterampilan siswa dalam membuat karya tulis.
t.
Mengumpulkan
data, guna kepentingan sekolah dan khususnya penulis sendiri dan juga untuk
menunjang peningkatan pengetahuan siswa tingkat selanjutnya.
BAB
II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
1.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktik
A. Keterangan Singkat Perusahaan
Arma
Jaya Offset merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
percetakan.Arma Jaya Offset merupakan perusahaan yang didirikan oleh Bapak Drs. Zaenal
Arifin SH pada tanggal 17 Agustus 2004 di Desa Sembung RT 05 RW 02 Kecamatan
Cepiring ,
Arma Jaya Offset memiliki maksud dan tujuan dalam proses
pembentukannya yaitu :
1.
Menjalankan usaha dalam bidang percetakan
2.
Melayani jasa pembuatan berupa Kartu
Nama, Stiker, Pembuatan Neon Box, Brosur,
Undangan dan Cetak Buku
Tabungan
Program
kerja jangka panjang dalam Percetakan Arma Jaya Offset adalah
mengembangkan dibidang advertising (periklanan) meliputi pembuatan spanduk, papan nama
serta
MMT. Dalam menjalankan bisnisnya Arma Jaya Offset mengalami berbagai pasang
surut
dalam menghadap persaingan yang ada namun dengan kegigihan dan semangat
yang tinggi dari
pimpinan Arma Offset yaitu Bapak Drs. Zaenal Arifin SH semuanya
dapat dilewati dengan
baik. Seiring dengan berjalannya waktu.
Visi Misi perusahaan adalah
untuk khasanah, serta agar bisa mengembangkan usaha dalam bidang percetakan
menjadi lebih tangguh.
1.2. Kegiatan Yang Dilaksanakan
A. Penempatan kerja selama prakerin dan
waktunya
Pada
tanggal 22 Juni 2015, saya resmi melaksanakan Praktik Kerja Indusri di Arma
Jaya Offset, Percetakan tersebut tidak menggunakan peraturan berangkat kerja
menggunakan shift tertentu,akan tetapi dilaksanakan pada hari senin sampai
sabtu dengan jam masuk pukul 08.00 WIB, dan jam pulang pukul 16.30 WIB.
Saya
melaksanakan kegiatan prakerin selama kurang lebih 3 bulan, dengan pembagian
tugas dibagian Finishing. Finishing adalah bagian terakhir pada percetakan.
Setelah semua file dicetak dalam bentuk kertas, kemudian dikumpulkan dan dilem
dengan menggunakan teknik block lem maupun porporasi, kemudian diberi sampul sesuai
ukuran bukunya. Kemudian packing (pengepakan) dengan plastik menyesuaikan
dengan ukuran besar kecil barang. Buku yang sudah dipacking dengan plastik,
baru kemudian di tata dikardus dan siap dikirim ke rumah pemesan.
B. Uraian tugas yang dilaksanakan
-Mengoperasikan
mesin cetak, melakukan proses finishing
-Menghitung
kertas yang telah dicetak dengan metode hitung cepat
-Menyampuli
buku dengan pemberian perekat (lem) menggunakan teknik
block lem
-Praktik
mencetak tulisan berwarna emas dengan menggunakan mesin foil
C. Alat dan bahan yang digunakan
- Mesin Cetak Offset Merk Ryobi 480 k, Steples besar Mesin Pemotong/pres kertas, Mesin Porporasi.
- Kertas HVS, NCR;
- Kertas Sampul, Lem fox, Cutter, & kain percah.
- Mesin Foil, kertas grenjeng.
D. Prosedur pelaksanaan
1)Langkah-langkah mengoperasikan mesin cetak antara lain sebagai berikut
a. Pasang plat yang akan dicetak.
b. Atur plat agar pas pada roll.
c. Nyalakan mesin.
d. Atur kecepatan cetak mesin.
e. Tunggu hasil cetakan sampai jumlah yang diinginkan.
2) Metode hitung cepat kertas hasil cetakan
Metode hitung cepat ini sangat efektif dengan waktu yang singkat, sehingga akan lebih
mempercepat tugas yang dikerjakan.
3) Pemberian Perekat (Lem)
mengakibatkan kecelakaan dalam bekerja. Siswa prakerin diharapkan bertanya dalam
melakukan suatu pekerjaan, dan siswa diwajibkan untuk bersedia mengikuti instruksi dari
pembimbing dalam melakukan suatu pekerjaan.
1)Langkah-langkah mengoperasikan mesin cetak antara lain sebagai berikut
a. Pasang plat yang akan dicetak.
b. Atur plat agar pas pada roll.
c. Nyalakan mesin.
d. Atur kecepatan cetak mesin.
e. Tunggu hasil cetakan sampai jumlah yang diinginkan.
2) Metode hitung cepat kertas hasil cetakan
Metode hitung cepat ini sangat efektif dengan waktu yang singkat, sehingga akan lebih
mempercepat tugas yang dikerjakan.
3) Pemberian Perekat (Lem)
Pemberian Perekat diakukan dengan manual
dengan teknik yang mudah dipahami
dan dilakukan dengan cepat.
dan dilakukan dengan cepat.
Mencetak
tulisan berwarna emas (foil) dengan mesin foil
a. Langkah pertama panaskan terlebih dahulu mesin foil
a. Langkah pertama panaskan terlebih dahulu mesin foil
b. Setelah mesin foil sudah
panas, pasanglah contoh cetakan(sebagai patokan)
dibagian mesin yang telah
disediakan, agar menempel tempelkan solasi dikedua
sisi
kertas contoh berfungsi untuk mempermudah saat mencetak, kemudian
jangan lupa pasangkan
kertas yang akan dicetak didepan kertas contoh.
c. Perhatian: Sebelum mencetak beri
tanda dibagian atas kertas grenjeng yang telah
ada tulisan foil
(tulisan warna emas), selanjutnya atur posisi kertas grenjeng diatas
lempengan
baja.
d. Jika kira-kira sudah pas,
tarik pegangan pada mesin foil dengan sekuat tenaga
agar tulisan foil tercetak
dengan sempurna.
E. Kebersihan dan keselamatan kerja
Untuk
menjaga kebersihan di tempat prakerin dilaksanakan pembagian tugas menyapu dengan jadwal yang telah diatur.Dalam
menjaga keselamatan dalam bekerja, siswa prakerin
harus mengikuti pembimbing
selama bekerja untuk menghindari semua hal yang mengakibatkan kecelakaan dalam bekerja. Siswa prakerin diharapkan bertanya dalam
melakukan suatu pekerjaan, dan siswa diwajibkan untuk bersedia mengikuti instruksi dari
pembimbing dalam melakukan suatu pekerjaan.
1.3.
Masalah Yang Dihadapi Prakerin dan Pemecahannya
Masalah yang dihadapi
Pada saat saya dibagian cetak saya tidak memiliki pengetahuan tentang cara kerja alat dan fungsinya. Pada saat dibagian edit kurangnya kemampuan saya dalam mengetahui fungsi fungsi icon pada corel draw
Pemecahan
Masalah
Untuk
mengatasi masalah yang saya hadapi yaitu dengan bertanya kepada bapak/ibu guru pembimbing ketika saya mengalami kesulitan saat membuat desain maupun tentang cara kerja alat dan fungsi mesin cetak.
Rumusan Masalah
1. Apakah perbedaan antara percetakan
digital dengan percetakan offset ?
2. Kelebihan dan Kekurangan Percetakan
Offset?
3.
Bagaimana proses percetakan offset ?
4.
Bagaimana tahap-tahap dalam sablon manual?
PEMBAHASAN
TENTANG RUMUSAN MASALAH
1.
Perbedaan antara Percetakan Digital dengan Percetakan Offset
Sebenarnya
perbedaan digital printing dan percetakan offset terletak pada harga. Harga
sangat penting karena menentukan modal yang harus dikeluarkan oleh sebuah badan
usaha. Percetakan offset memiliki harga yang cukup tinggi karena percetakan
offset memerlukan pelat. Satu pelat mewakili satu huruf atau angka. Semakin
banyak pelat huruf atau angka yang digunakan, jumlah biaya yang harus dibayar
pun semakin besar. Selain pelat, harga percetakan offset juga ditentukan oleh
jenis kertas, paduan warna, ukuran kertas dan kualitas warna.
Dalam
proses percetakan menggunakan digital printing tidak diperlukan pelat sehingga
harganya tidak diukur dari sana. Digital printing terhitung lebih murah daripada
percetakan offset karena harga digital printing hanya terpengaruhi oleh
kualitas kertas, jenis kertas, ukuran kertas dan warna istimewa untuk huruf
seperti emas atau perak.
2.
Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Offset
PENGERTIAN CETAK OFFSET
Cetak
offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image)
bertinta di-transfer (atau di- “offset”) terlebih dahulu dari plat ke lembaran
karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Teknik offset menggunakan sebuah
pemuat citra yang rata di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari
penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik
air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.
Offset
berasal dari kata set-off (beralih), dimana lapisan tinta yang ada di pelat
cetak tidak langsung dialihkan ke permukaan bahan cetak tetapi diberikan dulu
kepada sebuah blanket sebagai perantaranya. Karena proses peralihan tadi, maka
dalam mesin cetak offset setidaknya terdapat tiga buah silinder utama, yaitu
silinder pelat, silinder blanket, dan silinder impresion. Dan karena dalam
cetak offset tinta harus melalui blanket terlebih dahulu sebelum mencapai
permukaan bahan cetak, maka cetak offset termasuk teknik cetak tidak langsung.
Offset
Printing
Cetak offset menggunakan film atau plat cetak yang
berfungsi sebagai media tranfer dokumen yang akan dicetak ke permukaan plastik,
kertas, dan dokumen yang akan dicetak diisi tinta dari roll mesin. Jika
penggunakan cetak offset untuk jumlah yang sedikit maka biaya yang harus dibayar
akan cukup tinggi karena percetakan offset membutuhkan film atau pelat. Satu
pelat mewakili satu warna, dokumen, dan jenis. Makin banyak warna dan jenis
dokumen yang digunakan maka biaya yang harus dibayar pun makin besar. Harga
cetak offset juga ditentukan oleh kualitas warna, jenis kertas, ukuran kertas,
dan paduan warna.
3.
PROSES PERCETAKAN OFFSET
Adapun
proses produksi cetak dengan menggunakan mesin percetakan offset adalah sebagai
berikut:
Proses
Pra-cetak:
- Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, kenstruk, doorslags,matte paper, NCR, kertas
- wangi, duplex, ivory, dsb disesuaikan dengan keperluan. Bisa juga blanko cetak, yaitu bahan cetak yang ukuran dan bentuknya telah jadi dan tinggal masuk ke proses cetak.
- Setting Komputer: format yang akan dibuat pada barang cetakkan.ukuran, naskah, serta desain grafisnya ditentukan di sini, dan biasanya diakhiri dengan diprint di kertas HVS, kertas kalkir, atau film repro.
- Rekam Plat: hasil settingan yang telah diprint tadi direkam (semacam dicopy) ke pelat kertas atau pelat aluminium (paper plate/aluminium plate) sehingga naskah cetakkan pun terdapat atasnya, dan plat cetak inilah yang akan dipasang pada mesin cetak.
Proses
Cetak:
- Plat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak, dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya(warna sesuai yang diinginkan).
- Setelah plat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka mesin pun dijalankan,dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan roll yang telah terpasang plat cetak, dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi
Proses Finishing:
- Proses potong atau serit kertas, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.
- Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak biru, merah, dsb.
- Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.Dan lain-lain semisal menjilid, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dsb. tergantung keperluan.
Terdapat
beberapa ciri-ciri mesin offset
- Digerakan menggunakan listrik dengan komponen mekanis
- Mencetak dengan master yang disebut paper plate
- Proses pencetakannya dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara pemindahan huruf pada blanket.
- Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karon berukuran A6(105 x108 mm) sampai ukuran A0
- Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna
Bagian-Bagian
Mesin Offset
a.
Power
Switch
b.
Tuas
Start
c.
Central
control
d.
Hand
wheel
e.
Master
Rail
f.
Master
rail lever
g.
Master
insertion guide
h.
master
injection switch
i.
feed
unit
j.
auxiliary
feed lever
k.
paper
tray lowering lever
l.
feed
tray
m. paper weight
n.
Side
margin adjuster
o.
Height
adjuster
4.
Tahap-tahap Proses Sablon Manual
Peralatan Sablon Manual
Secara umum peralatan yang digunakan dalam sablon
manual baik pada kaos, baju, plastik, kertas mempunyai kesamaan, misalnya
screen dan rakel, cara penggunaannya pun sama, sedangkan yang membedakan
terdapat pada tingkat kerapatan kain screen dan jika pada rakel adalah bentuk
karet rakel apakah persegi, lancip, oval dan sebagainya.
Membuat atau Mengafdruk Screen Sablon
Pada sablon manual baik menyablon kaos, baju, kertas
dan plastik umumnya menggunakan screen sebagai cetakan, implementasi dari
pembuatan cetakan atau mengafdruk screen sama caranya dan yang membedakan
adalah jenis kain screen yaitu pada tingkat kerapatan dan obat afdruk yang
digunakan.
Bahan Tinta Sablon yang digunakan
Kaos atau baju, plastik dan kertas merupakan media
yang mempunyai karakter yang jauh berbeda, maka dari itu tinta yang digunakan
untuk menyablon tentu juga disesuaikan dengan bahan yang akan disablon. Pada
bahan kaos tinta yang umum digunakan adalah tinta rubber atau karet, sedangkan
pada plastik biasanya menggunakan tinta berbasis minyak.
Proses
Penyablonan
A. Membuat film/pola gambar
Klise/pola gambar dibutuhkan untuk membuat gambar
dibidangan/screen dalam pembuatan film/pola gambar kita dapat menggunakan kertas
HVS dan film/pola gambar itu sesuai selera diri sendiri atau sesuai pesanan.
tapi dijaman modern seperti sekarang ini pembuatan jarang yang menggambar pola
atau membuat film dengan guratan tangan kebanyakan sudah memakai komputer
B.
Mengafdruk
Yang dimaksud mengafdruk disini adalah memindahkan
gambar yang ada di film/pola gambar ke kain screen.berikut alat-alat dan
bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pengafdrukan :
a.
Mangkok
dan sendok
b.
Mika/penggaris
c.
Film
d.
Kaca
bening
e.
Busa
f.
Papan
g.
Air
h.
Semprotan
i.
Screen
j.
Kipas
Angin
Proses
Pengafdrukan
- Buatlah campuran obat afdruk (deima) didalam mangkok.
- Saputkan obat afdruk diatas screen setelah rata lalu keringkan dengan kipas angin .Setelah kering maka dimulailah proses pengafdrukan, mika film yang berisi gambar diletakan diatas screen dengan posisi film terbalik. atasnya diberi kaca bening 5 cm, jadi posisi film antara screen dan kaca.
- Kemudian letakan busa sebagai bantalan alas dari bagian dalam dan ditambah papan.Buatlah keseimbangan tekanan antara kaca dengan bantalan pengalas Sampai disini semua pekerjaan dilakukan didalam ruang tertutup jangan terkena sinar matahari langsung. selanjutnya bawalah bidangan yang sudah di jepit tadi keluar ruangan lalu ditayangkan pada sinar matahari.
- Lama penyinaran tergantung dari cuaca pada saat mengfdruk.
- Untuk cuaca yang cukup terik, maka lama penyinaran antara 0.5 menit sampai 1 menit, untuk cuaca berawan antara 2 menit.
- Lama penyinaran ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hasil afdrukan, Jika penyinarannya terlalu lama maka obat akan terlalu keras sehingga hasil gambar yang diperoleh buntu/sukar tembus, dan jika penyinarannya kurang maka gambar yang dihasilkan mudah rontok, maka jelaslah, Bahwa tempo penyinaran itu harus disesuaikan dengan cuaca untuk memperoleh hasil yang sempurna. selain dengan cahaya matahari dapat pula dilakukan pengafdrukan dengan lampu pijar
- Bidangan/screen yang sudah selesai disinari tadi, lalu dibawa masuk kembali kedalam ruangan kemudian lepaskan film dan busanya.
- Kemudian siram dengan air dan cucilah berulang kali dan apabila ada yang tidak jelas atau mampet maka semprotlah dengan semprotan air
- Setelah bersih lalu dijemur dibawah sinar matahari ini berfungsi untuk mengeringkan screen sekaligus menguatkan hasil afdrukan
- Proses penyempurnaan, yang dimaksud proses penyempurnaan ini adalah jika ada kebocoran maka harus ditutup dengan obat afdruk setelah selesai maka bidangan/screen siap untuk mencetak/menyablon
Cara
Menyaput
Sebelum
pencetakan dimulai, persiapkan lebih dahulu segala keperluan yang ada kaitannya
dengan pekerjaan pencetakan tersebut yaitu :
a.
Tinta/cat
disesuaikan dengan sasaran cetak
b.
Bahan-bahan
pelarut untuk tinta/cat/pasta diatas, gunanya ialah apabila terjadi kemampatan
pada gambar tersebut.
c.
Kain
pembersih, untuk membersihkan bekas-bekas penyablonan, pilihlah kain yang
halus.
d.
Kertas
bekas untuk percobaan.
e.
Bidangan
dan rakel.
f.
Bahan-bahan
yang akan disablon.
g.
Setelah
semua alat dan bahan siap, barulah langkah selanjutnya yang dikerjakan yaitu
memasang bidangan diatas meja penyaputan (Meja Kerja).
Cara memasang bidangan/screen di meja
cetak
A. Bidangan/screen
dijepitkan dengan engsel( catok) yang ada dipermukaan
meja.
B. Cara
pemasangan bidangan/screen tadi harus disesuaikan dengan benda yang akan dicetak.
Setelah
selesai mengatur persiapan dan pemasangan
bidangan/screen, selanjutnya melakukan
penyaputan yang baik agar hasil cetak bagus.
Teknik
Penyaputan
a. Tuangkan
tinta yang sudah siap dipakai ke bidangan/screen jaga jangan sampai mengenai
gambarnya.
b.
Kemudian
turunkan bidangan/screen yang sudah ada catnya merapat ke meja.
c. Caputkan
tinta yang ada di bidangan/screen itu dari atas kebawah dengan menggunakan
penyaput khusus yang disebut rakel.
d. Kemudian
bersamaan dengan diangkatnya bidangan/screen ke atas, saputkan cat yang ada
dibawah ke atas, agar gambar yang ada pada permukaan kain screen itu tidak
buntu.
e.
Setelah
itu taburkan talk pada gambar yang melekat dimeja. usaplah beberapa kali agar
kering.
f.
Buatlah
batas untuk benda yang akan disablon Kalau kurang terang lampu yang ada di
bawah meja dinyalakan.
g.
Apabila
pekerjaan penyablonan itu ditunda sebentar untuk istirahat, maka gambar yang
ada dibidangan itu harus dibersihkan dengan M3.
h.
Setelah
penyablonan selesai bidangan/screen dibersihkan dari tinta sisa penyablonan,
yaitu dengan M3 dicampur dengan sabun dan di lanjutkan disiram dengan air.
CATATAN
:
Ø Yang perlu diingat dalam cara menyaput
ini adalah cara memegang alat penyaput (rakel) dan cara menekan dan
mendorongnya, sebab baik tidaknya hasil sablonan ditentukan dari cara memegang
dan menekan rakel.
Ø Cara mendorong rakel dari satu ujung
screen ke ujung lainnya hendaklah dengan tekanan yang mantap dan stabil dan
tidak boleh dihentikan ditengah-tengah screen, apalagi diatas gambar.
Ø Pada saat mendorong rakel, sebaiknya
rakel agak dimiringkan kira-kira 60° sampai 70°. tujuannya adalah agar lebih
ringan dan permukaan screen bersih dari tinta.
Membersihkan bidangan/screen
Setelah proses penyablonan selesai dan tidak akan dipakai lagi, maka bidangan/screen harus segera dibersihkan supaya dapat dipakai untuk menyablon benda lainnya Untuk membersihkan bidangan/screen dari obat afdruk kita gunakan bayklin yaitu dengan cara menuangkan bayklin secukupnya dan diratakan diatas dan bagian bawah bidangan/scren tunggu kira-kira 10 menit lalu siram dengan air. setelah bersih bidangan/screen siap kembali untuk digunakan mengafdruk film yang lain.
BAB
III
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Praktek Kerja Industri adalah suatu strategi yang memberi peluang bagi
siswa dalam proses belajar melalui bekerja langsung pada dunia industri yang
sesungguhnya. Dengan adanya PRAKERIN, siswa dapat merasakan langsung bagaimana
lingkungan dunia kerja. Selain itu, PRAKERIN juga dapat memberikan pengalaman
serta wawasan kepada siswa tentang ilmu praktek di bidang masing – masing.
5.2.
Saran-saran
PRAKERIN
merupakan kesempatan dalam menambah ilmu serta mengetahui kemampuan yang ia
miliki. Pelaksanaan PRAKERIN hanya satu kali dalam sekolah kejuruan, maka dari
itu, maksimalkanlah praktek kerja sebaik mungkin dengan bekerja profesional,
mobilitas tinggi, dan ambilah ilmu – ilmu yang menurut kita baik, serta
buanglah kebiasaan – kebiasaan tidak baik yang biasa kita lakukan di lingkungan
sekolah, tentunya dengan menjaga nama baik semua pihak, baik industri, sekolah,
dan kita sendiri.
Daftar Gambar
![]() |
| Screen |
![]() |
| Jenis-jenis Ukuran Screen |
![]() |
| Komputer dan printer |
![]() |
| Mengoperasikan Mesin Cetak |
![]() |
| Mesin Foil |
![]() |
|
Mesin
Cetak RYOBI 480K
|
![]() |
| Paper Plat |
![]() |
| Berkas film |
![]() |
| Cat obat/tinta sablon |
![]() |
| Meja kerja |
![]() |
| Alat Pemotong kertas |
![]() |
| Jenis ukuran rakel |
![]() |
| Hasil sablon manual |
![]() |
| Mesin Porporasi |
![]() |
| Praktek menyablon manual |
![]() |
| Praktek menyablon manual |
![]() |
| Barang yang sudah siap dikirim |
DAFTAR PUSTAKA



















0 komentar:
Posting Komentar