Sabtu, 05 Mei 2018

PRAKERIN



LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
DI ARMA JAYA OFFSET
TAHUN PELAJARAN 2015/2016



Disusun oleh :


             Nama                              : Fajriyyatul Lailiyah

             NIS                                  : 10761

             Kelas                               : XII

             Kompetensi Keahlian    : Multimedia


 

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL 
DINAS PENDIDIKAN 
SMK NEGERI 1 KENDAL 
 Website:www.smkn1kendal.sch.id Email:info@smkn1kendal.sch.id
Alamat:Jl.Soekarno Hatta Km.03 Kendal Telp:/fax.(0294)381137




HALAMAN PENGESAHAN



                       Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini :
                                    Disusun oleh:
 Nama                                         : Fajriyyatul Lailiyah
 NIS                                            : 10761
 Kelas                                         : XII
 Kompetensi Keahlian               : Multimedia
                                    Dilaksanakan di :
 Nama Perusahaan/Instansi       : Arma Jaya Offset
Alamat                                      : Desa Sembung RT 05 Rw 02 
                                                        Cepiring-Kendal
                                   Telah diteliti, disetujui dan disahkan di: Kendal 
                                   Pada tanggal: 12 September 2015



Pimpinan DU/DI/Instansi                                                                  Pembimbing Sekolah                     


Drs. Zaenal Arifin SH                                                                         Kusnandar Afrisia Sst
NIP. -                                                                                                   NIP.198504252009031002
Mengetahui, 
                                                                       Kepala Sekolah                                                                                                                                                       

                 Drs. Suroyo                                                                      
                    Pembina
                     NIP.19620310 198703 1013



DAFTAR ISI   
Halaman Pengesahan...........................................................................................2
Kata Pengantar…………………….....................................................................3
Daftar Isi…………………………......................................................................4
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Praktek Kerja Industri……………………..........................6
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri
1.2.1 Tujuan Umun Praktek Kerja Industri……………………..................7
1.2.2 Tujuan Khusus Praktek Kerja Industri…………………....................7
1.3 Tujuan Penulisan Laporan.............................................................................8
BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
1.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktik
a.    Keterangan Singkat Perusahaan..............................................................9
b.    Waktu Pelaksanaan Prakerin...................................................................9
c.    Alamat Perusahaan..................................................................................9
1.2. Kegiatan Yang Dilaksanakan
a. Penempatan kerja selama prakerin dan waktunya...................................10
b. Uraian tugas yang dilaksanakan..............................................................10
c. Alat dan bahan yang digunakan...............................................................11
d. Prosedur pelaksanaan...............................................................................11
e. Kebersihan dan keselamatan kerja...........................................................12
1.3. Masalah Yang Dihadapi Prakerin dan Pemecahannya
a. Masalah yang dihadapi............................................................................13
b. Pemecahan Masalah................................................................................13
c. Rumusan Masalah...................................................................................13
Pembahasan Mengenai Rumusan Masalah
1.      Perbedaan Antara Percetakan Digital dan Percetakan Offset....14
2.      Mengenali Mesin Percetakan Offset……………......................14
3.      Proses Percetakan Offset……………………............................16
4.      Tahap-Tahap Proses Sablon Manual…………..........................18
BAB III PENUTUP
1.1. Kesimpulan................................................................................................24
1.2. Saran-saran.................................................................................................24
Daftar Gambar dan Ilustrasi..............................................................................25
Daftar Pustaka...................................................................................................28

 


                BAB I 
       PENDAHULUAN
 
1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Industri
PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di Dunia Usaha Atau Dunia Industri dalam upaya pendekatan ataupun untuk meningkatkan mutu siswa – siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya dan juga menambah bekal untuk masa – masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta ketat dalam persaingannya seperti di masa sekarang ini.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini diharapkan setiap siswa – siswi mampu mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang dilakukan di dunia Usaha ataupun di dunia Industri agar siswa – siswi tersebut dapat mencapai serta mendapatkan sesuatu yang baik dan berguna bagi dirinya serta agar siswa – siswi tersebut mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal apa yang telah dilakukannya selama berada di dunia Usaha atau dunia Industri sehingga mampu membuat dirinya diperhitungkan di dunia usaha atau dunia industri. Prakerin memberikan dan sekaligus mengajarkan kepada anak didik akan dan bagaimana kehidupan di dunia kerja. disamping ajang uji coba ilmu yang ia pelajari. Melalui prakerin siswa diharapkan mampu memahami tentang bagaimana tata dan aturan di dunia industri/usaha, sehingga ketika ia nantinya tamat ia sudah benar-benar siap bekerja baik secara keilmuan maupun secara kejiwaan dan mental. 
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri

Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) ditunjukan untuk membentuk supaya memiliki professional kerja antara lain :
Tujuan Umum
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri merupakan implementasi dari kebijakan sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pada kelompok mata pelajaran kejuruan dan keahlian sepenuhnya dilaksanakan di masyarakat dan di dunia usaha sekaligus pemenuhan dari kurikulum yang diprogramkan di SMK N 1 KENDAL
Tujuan Khusus
  1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan bagi siswa sebagai bekal dalam memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya. 
  2. Memperluas pandangan siswa terhadap jenis kerja yang ada di bidang bersangkutan atau tempat praktek dengan segala persyaratannya.
  3. Memberi peluang masuk atau penempatan bagi tamatan dan kerjasama dengan tempat prakerin

1.3. Tujuan Penulisan Laporan
a.        Sebagai bukti telah melaksanakan Prakerin.
b.        Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian karya tulis.
c.         Untuk memenuhi tugas yang diberikan pembimbing produktif
d.        Untuk melatih kemampuan siswa dalam menulis laporan secara ilmiah.
e.         Sebagai laporan dari hasil Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang telah dilaksanakan secara tertulis.
f.         Memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang diperoleh disekolah dengan penerapan didunia kerja
g.        Sebagai bukti tertulis bahwa siswa telah melaksanakan pakerin.
h.        Sebagai pedoman untuk pembuatan karya tulis selanjutnya.
i.          Agar siswa mampu memahami, menetapkan dan mengembangkan pelajaran yang di hapus dari sekolah dan menerapkan nya di dunia usaha kerja.
j.          Agar para siswa mampu mempelajari, memahami, memantapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah diperolehnya dari sekolah dan  dapat menerapkannya langsung di lapangan kerja.
k.        Agar siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan dari sekolah yang berhubungan dengan hasil prakerin.
l.         Agar siswa dapat menuangkan pikiran ke dalam tulisan yang dapat diuji keilmiahannya.
m.      Agar siswa mampu mencari alternatif pencerahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih dari pelaporan.
n.        Memberikan alternatif pemecahan masalah kejuruan dengan lebih luas dan mendalam
o.        Untuk menyimpulkan peningkatan wawasan dan pengetahuan siswa angkatan berikutnya
p.        Untuk menerapkan gambaran yang seharusnya dalam melaksanakan praktek kerja industri sampai dimana pengetahuan atau kemampuan dalam mengikuti praktek kerja
q.        Untuk menyimpulkan data, guna kepentingan pribadi siswa
r.         Untuk memantapakan siswa dalam pengembangan atau penerapan pelajaran sekolah dari hasil prakerin.
s.         Untuk melatih dan mengingatkan keterampilan siswa dalam membuat karya tulis.
t.          Mengumpulkan data, guna kepentingan sekolah dan khususnya penulis sendiri dan juga untuk menunjang peningkatan pengetahuan siswa tingkat selanjutnya.


BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
1.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktik
 


A.  Keterangan Singkat Perusahaan 
           Arma Jaya Offset merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang 
percetakan.Arma Jaya Offset merupakan perusahaan yang didirikan oleh Bapak Drs. Zaenal
 Arifin SH pada tanggal 17 Agustus 2004 di Desa Sembung RT 05 RW 02 Kecamatan Cepiring , 
Arma Jaya Offset memiliki maksud dan tujuan dalam proses pembentukannya yaitu :

1. Menjalankan usaha dalam bidang percetakan

2. Melayani jasa pembuatan berupa Kartu Nama, Stiker, Pembuatan Neon Box, Brosur,   
    Undangan dan Cetak Buku Tabungan 
          Program kerja jangka panjang dalam Percetakan Arma Jaya Offset adalah 
 mengembangkan  dibidang advertising (periklanan) meliputi pembuatan spanduk, papan nama 
serta MMT. Dalam menjalankan bisnisnya Arma Jaya Offset mengalami berbagai pasang surut 
dalam menghadap persaingan yang ada namun dengan kegigihan dan semangat yang tinggi dari
 pimpinan Arma  Offset yaitu Bapak Drs. Zaenal Arifin SH semuanya dapat dilewati dengan 
baik. Seiring dengan berjalannya waktu.

       Visi Misi perusahaan adalah untuk khasanah, serta agar bisa mengembangkan usaha dalam bidang percetakan menjadi lebih tangguh.
Waktu Pelaksanaan Prakerin 
Kegiatan prakerin dilaksanakan di Arma Jaya Offset, pada tanggal 22 Juni 2015 sampai 12 September 2015 
Alamat Perusahaan
        Dengan alamat Desa Sembung RT 05 RW 02 Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal.

1.2. Kegiatan Yang Dilaksanakan
A.  Penempatan kerja selama prakerin dan waktunya
Pada tanggal 22 Juni 2015, saya resmi melaksanakan Praktik Kerja Indusri di Arma Jaya Offset, Percetakan tersebut tidak menggunakan peraturan berangkat kerja menggunakan shift tertentu,akan tetapi dilaksanakan pada hari senin sampai sabtu dengan jam masuk pukul 08.00 WIB, dan jam pulang pukul 16.30 WIB.
Saya melaksanakan kegiatan prakerin selama kurang lebih 3 bulan, dengan pembagian tugas dibagian Finishing. Finishing adalah bagian terakhir pada percetakan. Setelah semua file dicetak dalam bentuk kertas, kemudian dikumpulkan dan dilem dengan menggunakan teknik block lem maupun porporasi, kemudian diberi sampul sesuai ukuran bukunya. Kemudian packing (pengepakan) dengan plastik menyesuaikan dengan ukuran besar kecil barang. Buku yang sudah dipacking dengan plastik, baru kemudian di tata dikardus dan siap dikirim ke rumah pemesan.
B. Uraian tugas yang dilaksanakan 
-Mengoperasikan mesin cetak, melakukan proses finishing
-Menghitung kertas yang telah dicetak dengan metode hitung cepat
-Menyampuli buku dengan pemberian perekat (lem) menggunakan teknik block lem
-Praktik mencetak tulisan berwarna emas dengan menggunakan mesin foil
C. Alat dan bahan yang digunakan 
  • Mesin Cetak Offset Merk Ryobi 480 k, Steples besar Mesin Pemotong/pres kertas, Mesin Porporasi. 
  • Kertas HVS, NCR; 
  • Kertas Sampul, Lem fox, Cutter, & kain percah. 
  • Mesin Foil, kertas grenjeng. 
D. Prosedur pelaksanaan
     1)Langkah-langkah mengoperasikan mesin cetak antara lain sebagai berikut
        a.   Pasang plat yang akan dicetak. 
        b.   Atur plat agar pas pada roll. 
        c.    Nyalakan mesin. 
        d.    Atur kecepatan cetak mesin. 
        e.     Tunggu hasil cetakan sampai jumlah yang diinginkan.
   2) Metode hitung cepat kertas hasil cetakan
        Metode hitung cepat ini sangat efektif dengan waktu yang singkat, sehingga akan  lebih     
        mempercepat tugas yang dikerjakan.
           3) Pemberian Perekat (Lem)

Pemberian Perekat diakukan dengan manual dengan teknik yang mudah dipahami 
dan dilakukan dengan cepat.
Mencetak tulisan berwarna emas (foil) dengan mesin foil  
     a. Langkah pertama panaskan terlebih dahulu mesin foil
     b.  Setelah mesin foil sudah panas, pasanglah contoh cetakan(sebagai patokan) 
         dibagian mesin yang telah disediakan, agar menempel tempelkan solasi dikedua
         sisi  kertas contoh berfungsi untuk mempermudah saat mencetak, kemudian 
         jangan lupa pasangkan kertas yang akan dicetak didepan kertas contoh.
    c.  Perhatian: Sebelum mencetak beri tanda dibagian atas kertas grenjeng yang telah 
        ada tulisan foil (tulisan warna emas),  selanjutnya atur posisi kertas grenjeng diatas
        lempengan baja. 
    d. Jika kira-kira sudah pas, tarik pegangan pada mesin foil dengan sekuat tenaga
        agar  tulisan foil tercetak dengan sempurna.
E.  Kebersihan dan keselamatan kerja
             Untuk menjaga kebersihan di tempat prakerin dilaksanakan pembagian tugas menyapu   dengan jadwal yang telah diatur.Dalam menjaga keselamatan dalam bekerja, siswa prakerin 
harus mengikuti pembimbing selama bekerja untuk menghindari semua hal yang 
mengakibatkan kecelakaan dalam bekerja. Siswa prakerin diharapkan bertanya dalam 
melakukan suatu pekerjaan, dan siswa diwajibkan untuk bersedia mengikuti instruksi dari 
pembimbing dalam melakukan suatu pekerjaan. 

1.3. Masalah Yang Dihadapi Prakerin dan Pemecahannya

Masalah yang dihadapi
Pada saat saya dibagian cetak saya tidak memiliki pengetahuan tentang cara kerja alat dan fungsinya. Pada saat dibagian edit kurangnya kemampuan saya dalam mengetahui fungsi fungsi icon pada corel draw
Pemecahan Masalah
Untuk mengatasi masalah yang saya hadapi yaitu dengan bertanya kepada bapak/ibu guru 
pembimbing ketika saya mengalami kesulitan saat membuat desain maupun tentang cara kerja alat dan fungsi mesin cetak.
 
Rumusan Masalah
     1. Apakah perbedaan antara percetakan digital dengan percetakan offset ?
     2. Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Offset?
     3. Bagaimana proses percetakan offset ?
     4. Bagaimana tahap-tahap dalam sablon manual?
 
PEMBAHASAN TENTANG RUMUSAN MASALAH
1. Perbedaan antara Percetakan Digital dengan Percetakan Offset
Sebenarnya perbedaan digital printing dan percetakan offset terletak pada harga. Harga sangat penting karena menentukan modal yang harus dikeluarkan oleh sebuah badan usaha. Percetakan offset memiliki harga yang cukup tinggi karena percetakan offset memerlukan pelat. Satu pelat mewakili satu huruf atau angka. Semakin banyak pelat huruf atau angka yang digunakan, jumlah biaya yang harus dibayar pun semakin besar. Selain pelat, harga percetakan offset juga ditentukan oleh jenis kertas, paduan warna, ukuran kertas dan kualitas warna.
Dalam proses percetakan menggunakan digital printing tidak diperlukan pelat sehingga harganya tidak diukur dari sana. Digital printing terhitung lebih murah daripada percetakan offset karena harga digital printing hanya terpengaruhi oleh kualitas kertas, jenis kertas, ukuran kertas dan warna istimewa untuk huruf seperti emas atau perak.
2. Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Offset
PENGERTIAN CETAK OFFSET
Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- “offset”) terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.
Offset berasal dari kata set-off (beralih), dimana lapisan tinta yang ada di pelat cetak tidak langsung dialihkan ke permukaan bahan cetak tetapi diberikan dulu kepada sebuah blanket sebagai perantaranya. Karena proses peralihan tadi, maka dalam mesin cetak offset setidaknya terdapat tiga buah silinder utama, yaitu silinder pelat, silinder blanket, dan silinder impresion. Dan karena dalam cetak offset tinta harus melalui blanket terlebih dahulu sebelum mencapai permukaan bahan cetak, maka cetak offset termasuk teknik cetak tidak langsung.

Offset Printing
Cetak offset menggunakan film atau plat cetak yang berfungsi sebagai media tranfer dokumen yang akan dicetak ke permukaan plastik, kertas, dan dokumen yang akan dicetak diisi tinta dari roll mesin. Jika penggunakan cetak offset untuk jumlah yang sedikit maka biaya yang harus dibayar akan cukup tinggi karena percetakan offset membutuhkan film atau pelat. Satu pelat mewakili satu warna, dokumen, dan jenis. Makin banyak warna dan jenis dokumen yang digunakan maka biaya yang harus dibayar pun makin besar. Harga cetak offset juga ditentukan oleh kualitas warna, jenis kertas, ukuran kertas, dan paduan warna.
3. PROSES PERCETAKAN OFFSET
Adapun proses produksi cetak dengan menggunakan mesin percetakan offset adalah sebagai berikut:
 Proses Pra-cetak:
  1.  Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, kenstruk, doorslags,matte paper, NCR, kertas
  2.  wangi, duplex, ivory, dsb disesuaikan dengan keperluan. Bisa juga blanko cetak, yaitu bahan    cetak yang ukuran dan bentuknya telah jadi dan tinggal masuk ke proses cetak.
  3. Setting Komputer: format yang akan dibuat pada barang cetakkan.ukuran, naskah, serta desain grafisnya ditentukan di sini, dan biasanya diakhiri dengan diprint di kertas HVS, kertas kalkir, atau film repro.
  4. Rekam Plat: hasil settingan yang telah diprint tadi direkam (semacam dicopy) ke pelat kertas atau pelat aluminium (paper plate/aluminium plate) sehingga naskah cetakkan pun terdapat  atasnya, dan plat cetak inilah yang akan dipasang pada mesin cetak.
Proses Cetak: 
  •  Plat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak, dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat  mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya(warna sesuai yang diinginkan).
  •  Setelah plat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka  mesin pun dijalankan,dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan roll yang telah terpasang plat cetak,  dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi
Proses Finishing:
  1. Proses potong atau serit kertas, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.
  2. Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak    biru, merah, dsb.
  3. Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.Dan lain-lain semisal menjilid, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dsb. tergantung keperluan.
Terdapat beberapa ciri-ciri mesin offset

  • Digerakan menggunakan listrik dengan komponen mekanis
  • Mencetak dengan master yang disebut paper plate
  • Proses pencetakannya dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara          pemindahan huruf pada  blanket.
  • Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karon berukuran A6(105 x108  mm) sampai ukuran A0
  •  Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna


Bagian-Bagian Mesin Offset


a.         Power Switch
b.        Tuas Start
c.         Central control
d.        Hand wheel
e.         Master Rail
f.         Master rail lever
g.        Master insertion guide
h.        master injection switch
i.          feed unit
j.          auxiliary feed lever
k.        paper tray lowering lever
l.          feed tray
m.      paper weight
n.        Side margin adjuster
o.        Height adjuster


4. Tahap-tahap Proses Sablon Manual
   

Peralatan Sablon Manual
Secara umum peralatan yang digunakan dalam sablon manual baik pada kaos, baju, plastik, kertas mempunyai kesamaan, misalnya screen dan rakel, cara penggunaannya pun sama, sedangkan yang membedakan terdapat pada tingkat kerapatan kain screen dan jika pada rakel adalah bentuk karet rakel apakah persegi, lancip, oval dan sebagainya.
Membuat atau Mengafdruk Screen Sablon
Pada sablon manual baik menyablon kaos, baju, kertas dan plastik umumnya menggunakan screen sebagai cetakan, implementasi dari pembuatan cetakan atau mengafdruk screen sama caranya dan yang membedakan adalah jenis kain screen yaitu pada tingkat kerapatan dan obat afdruk yang digunakan.
Bahan Tinta Sablon yang digunakan
Kaos atau baju, plastik dan kertas merupakan media yang mempunyai karakter yang jauh berbeda, maka dari itu tinta yang digunakan untuk menyablon tentu juga disesuaikan dengan bahan yang akan disablon. Pada bahan kaos tinta yang umum digunakan adalah tinta rubber atau karet, sedangkan pada plastik biasanya menggunakan tinta berbasis minyak.

Proses Penyablonan
A. Membuat film/pola gambar
Klise/pola gambar dibutuhkan untuk membuat gambar dibidangan/screen dalam pembuatan film/pola gambar kita dapat menggunakan kertas HVS dan film/pola gambar itu sesuai selera diri sendiri atau sesuai pesanan. tapi dijaman modern seperti sekarang ini pembuatan jarang yang menggambar pola atau membuat film dengan guratan tangan kebanyakan sudah memakai komputer
B. Mengafdruk
Yang dimaksud mengafdruk disini adalah memindahkan gambar yang ada di film/pola gambar ke kain screen.berikut alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pengafdrukan :


a.         Mangkok dan sendok
b.        Mika/penggaris
c.         Film
d.        Kaca bening
e.         Busa
f.         Papan
g.        Air
h.        Semprotan
i.          Screen
j.          Kipas Angin 


Proses Pengafdrukan


  •  Buatlah campuran obat afdruk (deima) didalam mangkok.
  • Saputkan obat afdruk diatas screen setelah rata lalu keringkan dengan kipas angin .Setelah kering maka dimulailah proses pengafdrukan, mika film  yang berisi gambar diletakan diatas screen dengan posisi film terbalik. atasnya diberi kaca bening 5 cm, jadi posisi film antara screen dan kaca.
  • Kemudian letakan busa sebagai bantalan alas dari bagian dalam dan ditambah papan.Buatlah keseimbangan tekanan antara kaca dengan bantalan pengalas Sampai disini semua pekerjaan dilakukan didalam ruang tertutup jangan terkena sinar matahari  langsung. selanjutnya bawalah bidangan yang sudah di jepit tadi keluar ruangan lalu ditayangkan pada sinar matahari.

         PERHATIAN
  • Lama penyinaran tergantung dari cuaca pada saat mengfdruk.
  • Untuk cuaca yang cukup terik, maka lama penyinaran antara 0.5 menit sampai 1 menit, untuk cuaca berawan antara 2 menit.
  • Lama penyinaran ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap  hasil afdrukan, Jika penyinarannya terlalu lama maka obat akan terlalu keras sehingga hasil gambar yang diperoleh buntu/sukar tembus, dan jika   penyinarannya kurang maka gambar yang dihasilkan mudah rontok, maka jelaslah, Bahwa tempo penyinaran itu harus disesuaikan dengan cuaca untuk memperoleh hasil yang sempurna. selain dengan cahaya matahari dapat pula dilakukan pengafdrukan dengan lampu pijar
  • Bidangan/screen yang sudah selesai disinari tadi, lalu dibawa masuk kembali kedalam ruangan kemudian lepaskan film dan busanya.
  • Kemudian siram dengan air dan cucilah berulang kali dan apabila ada yang tidak jelas atau mampet maka semprotlah dengan semprotan air
  • Setelah bersih lalu dijemur dibawah sinar matahari ini berfungsi untuk mengeringkan screen sekaligus menguatkan hasil afdrukan
  • Proses penyempurnaan, yang dimaksud proses penyempurnaan ini adalah jika ada kebocoran maka harus ditutup dengan obat afdruk setelah selesai maka bidangan/screen siap untuk mencetak/menyablon
Cara Menyaput
Sebelum pencetakan dimulai, persiapkan lebih dahulu segala keperluan yang ada kaitannya dengan pekerjaan pencetakan tersebut yaitu :
a.         Tinta/cat disesuaikan dengan sasaran cetak
b.        Bahan-bahan pelarut untuk tinta/cat/pasta diatas, gunanya ialah apabila terjadi kemampatan pada gambar tersebut.
c.         Kain pembersih, untuk membersihkan bekas-bekas penyablonan, pilihlah kain yang halus.
d.        Kertas bekas untuk percobaan.
e.         Bidangan dan rakel.
f.         Bahan-bahan yang akan disablon.
g.        Setelah semua alat dan bahan siap, barulah langkah selanjutnya yang dikerjakan yaitu memasang bidangan diatas meja penyaputan (Meja Kerja).

Cara memasang bidangan/screen di meja cetak
A. Bidangan/screen dijepitkan dengan engsel( catok) yang ada  dipermukaan meja.
B. Cara pemasangan bidangan/screen tadi harus disesuaikan dengan  benda yang akan dicetak. 
    Setelah selesai mengatur persiapan dan pemasangan bidangan/screen, selanjutnya melakukan 
    penyaputan  yang baik agar hasil cetak bagus.
Teknik Penyaputan
a.       Tuangkan tinta yang sudah siap dipakai ke bidangan/screen jaga jangan sampai mengenai gambarnya.
b.        Kemudian turunkan bidangan/screen yang sudah ada catnya merapat ke meja.
c.       Caputkan tinta yang ada di bidangan/screen itu dari atas kebawah dengan menggunakan penyaput khusus yang disebut rakel.
d.        Kemudian bersamaan dengan diangkatnya bidangan/screen ke atas, saputkan cat yang ada   dibawah ke atas, agar gambar yang ada pada permukaan kain screen itu tidak buntu.
e.         Setelah itu taburkan talk pada gambar yang melekat dimeja. usaplah beberapa kali agar kering.
f.         Buatlah batas untuk benda yang akan disablon Kalau kurang terang lampu yang ada di bawah meja dinyalakan.
g.        Apabila pekerjaan penyablonan itu ditunda sebentar untuk istirahat, maka gambar yang ada dibidangan itu harus dibersihkan dengan M3.
h.        Setelah penyablonan selesai bidangan/screen dibersihkan dari tinta sisa penyablonan, yaitu dengan M3 dicampur dengan sabun dan di lanjutkan disiram dengan air.
CATATAN :
Ø  Yang perlu diingat dalam cara menyaput ini adalah cara memegang alat penyaput (rakel) dan cara menekan dan mendorongnya, sebab baik tidaknya hasil sablonan ditentukan dari cara memegang dan menekan rakel.
Ø  Cara mendorong rakel dari satu ujung screen ke ujung lainnya hendaklah dengan tekanan yang mantap dan stabil dan tidak boleh dihentikan ditengah-tengah screen, apalagi diatas gambar.
Ø  Pada saat mendorong rakel, sebaiknya rakel agak dimiringkan kira-kira 60° sampai 70°. tujuannya adalah agar lebih ringan dan permukaan screen bersih dari tinta.


Membersihkan bidangan/screen

Setelah proses penyablonan selesai dan tidak akan dipakai lagi, maka  bidangan/screen harus segera dibersihkan supaya dapat dipakai untuk menyablon benda lainnya Untuk membersihkan bidangan/screen dari obat afdruk kita gunakan  bayklin yaitu dengan cara menuangkan bayklin secukupnya dan diratakan diatas dan bagian bawah bidangan/scren tunggu kira-kira 10 menit lalu siram dengan air. setelah bersih bidangan/screen siap kembali untuk  digunakan mengafdruk film yang lain.

BAB III
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
     Praktek Kerja Industri adalah suatu strategi yang memberi peluang bagi siswa dalam proses belajar melalui bekerja langsung pada dunia industri yang sesungguhnya. Dengan adanya PRAKERIN, siswa dapat merasakan langsung bagaimana lingkungan dunia kerja. Selain itu, PRAKERIN juga dapat memberikan pengalaman serta wawasan kepada siswa tentang ilmu praktek di bidang masing – masing.
5.2. Saran-saran
PRAKERIN merupakan kesempatan dalam menambah ilmu serta mengetahui kemampuan yang ia miliki. Pelaksanaan PRAKERIN hanya satu kali dalam sekolah kejuruan, maka dari itu, maksimalkanlah praktek kerja sebaik mungkin dengan bekerja profesional, mobilitas tinggi, dan ambilah ilmu – ilmu yang menurut kita baik, serta buanglah kebiasaan – kebiasaan tidak baik yang biasa kita lakukan di lingkungan sekolah, tentunya dengan menjaga nama baik semua pihak, baik industri, sekolah, dan kita sendiri.


Daftar Gambar




Screen

Jenis-jenis Ukuran Screen



Komputer dan printer

Mengoperasikan Mesin Cetak

Mesin Foil


Mesin Cetak RYOBI 480K


Paper Plat

Berkas film

Cat obat/tinta sablon

Meja kerja

Alat Pemotong kertas

Jenis ukuran rakel

Hasil sablon manual

Mesin Porporasi

Praktek menyablon manual

Praktek menyablon manual

Barang yang sudah siap dikirim





DAFTAR PUSTAKA









.





0 komentar:

Posting Komentar