Daftar Istilah Dalam Fotografi
Berikut ini adalah daftar istilah dalam fotografi:
A
A : Auto, yaitu simbol untuk pilihan fasilitas otomatis.
Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma akan bekerja secara
otomatis.
AF : Auto Focus,
yaitu cara kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar
sendiri penemu fokus (jarak).
AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk
memotret objek2 bergerak. Biasanya digunakan untuk pemotretan kegiatan
olahraga.
Angle of view : sudut pemotretan.
Aperture diafragma :
lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
Artificial light : cahaya yang sengaja dibuat manusia untuk
memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
ASA : American Standar Assosiation. Yaitu standar kepekaan
film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai
diwilayah amerika.
Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk
memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi),
tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
B
Back light : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang datang
dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan fotografer sebab bila
mengenai lensa akan menimbulkan flare.
Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran
kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip
dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya
buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan.
Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan
yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya
diafragma.
Bottom light : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut
‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya
mengurangi kontras cahaya utama.
Bounce Flash : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung
yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat).
Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama
dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek
(disamping pengukuran pencahayan normal).
Built-in diopter : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)
yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Biasanya digunakan oleh fotografer
berkacamata.
C
C : Continuous, Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan
gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 3 bingkai per
detik).
Candid camera : foto atau potret yang dibuat dengan cara
sembunyi-sembunyi.
CCD : Charge Couple Device, yaitu chip pengganti filmyang
digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)
Center of focus : pusat perhatian. Sering juga disebut
center of interest atau focus of interest.
Center weight : pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya
pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan
lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari
berbagai bahaya jamur.
Cold tone : warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu
dengan nada warna ringan.
Color balance : keseimbangan warna.
Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk
memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).
Contrast : kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai
perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow)
dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
D
Density : densitas atau kepekatan dalam fotografi. Semakin
pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
Depth : kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena
ada perbedaan ketajaman.
Diaphragm : diafragma, yaitu lubang pada lensa kamera tempat
cahaya masuk saat melakukan pemotretan.
Distortion : distorsi atau penyimpangan bentuk. Biasanya
terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.
F
Fill in Flash : Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi
pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat
Film : Media untuk merekam gambar.
Film Frame Counter : Penghitung jumlah bingkai film.
Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.
Film transparency : Slide warna atau color reversal film,
yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll.
Filter : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang
tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa.
Fix Lens : Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang
fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.
Flash : Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu
menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.
Flash exposure compensation : Kompensasi pencahayaan lampu
kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan
menggunakan lampu kilat.
Focus ring : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya
melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.
FPS : singkatan dari frame persecond, yaitu satuan
pengambilan gambar dalam gambar per detik.
G
GN : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar
cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau
feet) dan diafragma.
H
High angle : pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada
posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
High-Key photo : sebutan untuk suatu foto yang didominasi
nuansa putih.
High light : bagian-bagian yang terang pada sebuah foto
karena pantulan sinar.
Honeycomb : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti
sarang tawon.
Hot shoe : sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera,
berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.
I
Image : gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai
pengamat.
Incident light metering : Pengukuran cahaya jatuh, yaitu
mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
Infinity : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala
jarak.
Infrared : inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.
ISO : singkatan dari international standart organization.
J
JIS : singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran
kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.
L
Lens : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin
yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan
nyata.
Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi
elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal.
Light contrast : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan
cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.
Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam
pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi
pencahayaan.
Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian
lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang
mungkin mengganggu.
Low angle : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam
pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan.
Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.
LT : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang
misalnya 2 detik atau lebih.
M
Macro : Makro, saran untuk pemotretan jarak dekat. Makro
akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang sama besar dengan objek
aslinya (1:1).
Macro Lens : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk
memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek).
Magnification : Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan
perbandingan ukuran asli objek.
Main light : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya
berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau
wajah objek.
Medium shoot : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu
tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari.
Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi
dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot
Metering center weight : Pola pengukuran cahaya menggunakan
60 persen daerah tengah gambar
Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan
segmen-segmen dan persentase tertentu
Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu
titik tertentu yang terpusat.
MF : singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau
pemfokusan yang dilakukan secara manual.
Microphotography : yang menggunakan film berukuran kecil,
dengan bantuan mikroskop.
Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu.
Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”
N
ND Filter : Filter ND, yaitu filter yang berfungsi
menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.
Nebula Filter : Filter yang menghasilkan gambar dengan efek
pancaran sinar radial yang berpelangi.
Normal lens : Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm
atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut
pandang mata manusia.
O
Optical Sharpness : ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman
yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)
Overexposure : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak
pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total.
Overhead lighting : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran
yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.
Override : Penyimpangan dari pengaturan otomatis.
P
Polarizing Color Filter : Filter yang terdiri dari selembar
polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna
sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
Polarizing Conversion Filter : Filter terdiri dari selembar
polarisator dengan filter konversi warna (85B).
Polarizing Fider Filter : Filter yang terdiri dari dua
filter PL linier yang digabung menjadi satu.
Polarizing Circular Filter : Filter yang dibuat dari
lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di
antara dua gelang filter.
Polarizing Filter : Filter polarisasi, dipakai untuk
menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap.
Pop Up Flash : Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan
kamera.
R
Rana : Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual
di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Rana Celah : Rana celah vertical dan horizontal dan terletak
pada kamera.
Rana Pusat : Rana yang terletak pada lensa, berdampingan
dengan diafragma.
Rembrandt Lighting : Cahaya yang berasal dari jendela atau
sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat.
Remote : Alat yang memungkinkan fotografer melakukan
penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.
Resolution : Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai
dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan
(diproses).
Retouch : Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna
dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer
seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti
sebelumnya.
Reverse Adapter : Suatu alat penyambung yang digunakan untuk
memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang
lensa menghadap ke objek.
S
Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat
sesaat sebelum rana menutup.
Self Adjusting : Penyesuaian (diri).
Self Timer : Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan
untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas
kamera telah ditekan.
Sepia Toner : Pewarna coklat/sawo.
Sequence : Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot)
yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam
hitungan detik.
Sharpness : Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk
merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik.
Side Lighting : Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari
arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera.
Single Lens Reflect : Refleks lensa tunggal (RLT), adalah
kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan
prisma.
Single Point Reading : Suatu pembacaan pengukuran dalam
pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang
terpenting dari sebuah objek foto.
Slave Unit : Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena
pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
Small Format Camera : Kamera format kecil yaitu kamera jenis
SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel
dan enak dipegang serta ringan.
Snapshoot : Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih
dahulu.
Snoot : Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada
ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat
studio.
Soft Focus Len : Lensa yang berdaya lukis lembut.
Sonar Autofocus : Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan
perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke objek kembali ke kamera.
Special Effect : Efek khusus dengan menggunakan teknik
tertentu.
Spectrum : Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan
oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
Speedlight : Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala
tinggi atau cepat.
Speedo Solarisasi : Suatu teknik kamar gelap versi lain dari
tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan
suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
Stereo Camera : Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua
foto sekaligus.
Still Life : Berarti lukisan atau pemotretan benda mati.
yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.
Subtractive : Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi
unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
Super Wide Lens : Lensa bersudut super lebar yang biasa
digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll.
T
Table-Stand : Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang
membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
Texture : Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan,
merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan
“rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
Tele Converter : Lensa tambahan yang dipasang di antara
lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan
lensa tele menjadi tele panjang.
Tele Lens : Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek
yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang
pendek.
Test Strip : Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang
baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada
saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
Tilt Head : Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat
diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara
memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat.
Timer Switch : Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran
listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
Top Light : Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari
atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang
akan difoto.
Transparan :Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang
tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik
misalnya bersifat tembus pandang.
Translusen : Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat
benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es,
kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
Transparancy : Transparan, gambar tembus, slide atau film
positif.
Tripod : Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk
menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan
dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).
Tripod Socket : Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di
kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat
memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
Through the Lens Metering : Sistem pengukuran cahaya melalui
lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering).
Tungsten Film : Film yang khusus diperuntukkan bagi
pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau
photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya
alami.
Twin Lens Reflex : Refleks Lensa Kembar. Kamera yang
mempunyai dua lensa.
V
Vario Focal Lens : Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang
focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser.
Vario Lens : Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa
zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi
atau dapat diubah-ubah.
Vertical Grip : Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar
secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
View Camera : Kamera yang menggunakan film format besar dan
digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam.
View Finder : Jendela bidik. Bagian dari kamera yang
berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.
W
Waist Level Finder : Pembidik sebatas pinggang.
Warm Tone : Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan
tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah
hitam pekat.
Watt/ Second (W/S) : Satuan daya pada lampu kilat studio
yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN.
Wide Angle Lens : Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm
atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret
sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang.
Wide Shoot : Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya
merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.
Wireless TTL : Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui
kabel.
Worm Eye : Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut
pandang permukaan tanah.
Z
Zone System : Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan
tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih
sekali.
Zoom Lens : Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen
yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi.
Zoom Blur : Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan
zoom pada waktu melepas rana kamera.
Zooming Ring : Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.
Sumber:

0 komentar:
Posting Komentar