BAB Tata Cahaya
- Pengertian tata cahaya
- Prinsip dasar tata cahaya
- Fungsi tata cahaya
- Peralatan tata cahaya
- Warna cahaya
Pengertian Tata Cahaya
Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan
mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan
jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak,
ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan
dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video
membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan
pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling
berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu
terjadi.Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber
dari alam, seperti cahaya matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang
diciptakan atau bersumber dari lampu, api (artifisial light/tungsten).
Prinsip Dasar Tata Cahaya
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah
pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri
atas : Key Light, Fill Light, Back Light
a. Key Light
Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight
merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang
dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight
ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan
bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan
berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight.
Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk
meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan
ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight
sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja
tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan
sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
Macam-macam peralatan yang digunakan
dalam tata cahaya adalah sebagai berikut:
1. PAR 64 (Parabolic Aluminized
Reflector 64)
- Berisi bohlam PAR 64 dengan kapasitas 1000 Watt
- Bohlam PAR sendiri terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu CP 60 (very narrow spot), CP 61 (medium/narrow spot), dan CP 62 (flood)
- Penggunaan macam bohlam PAR ini biasanya ditentukan dari posisi peletakan dan keperluan dari acara tersebut
- Terbuat dari aluminium
- Terdiri dari 2 warna, yaitu hitam dan silver
- Dilengkapi dengan filter frame
- Biasanya disertakan juga warna dari filter tersebut
2. Flood halogen/CYC
- Berisi bohlam halogen dengan kapasitas 1000 Watt
- Biasanya digunakan untuk menerangi area panggung atau area audience
3. Fresnel
- Berisi bohlam fresnel dengan kapasitas 1000 Watt atau 2000 Watt
- Penggunaan lampu jenis ini sebagai lampu netral dan biasanya dipakai untuk keperluan studio TV, yang membutuhkan kejernihan hasil gambar yang dihasilkan oleh kamera video
4. Effect lights
Salah satu komponen dari peralatan tata cahaya yang akhir-akhir ini
sering dipergunakan adalah lampu efek yang terbagi dalam 2 (dua) jenis, yaitu
scanner dan moving light. Sama seperti peralatan tata cahaya yang lain,
berbagai merek lampu efek dapat kita jumpai di pasaran. Kapasitas bohlam
biasanya lebih bervariasi, seperti mulai dari kapasitas 250 Watt, 575 Watt,
1200 Watt, bahkan yang terbaru ada yang berkapasitas 1500 Watt dan 2000 Watt.Peralatan ini dikendalikan secara otomatis melalui komputer atau lighting
console.
5. Scanners
- Gerakan vertikal: ± 230°
- Gerakan horisontal: ± 75°
- Alat ini mempunyai gerakan yang cepat karena reflektor berupa cermin dan sekaligus memiliki kelemahan yaitu jangkauan area yang terbatas.
6. Moving lights
- Gerakan vertikal: ± 540°
- Gerakan horisontal: ± 267°
- Lampu jenis ini terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu moving light wash dan moving light profile/spot. Perbedaan kedua jenis ini terletak pada gobo
- Memiliki beberapa fasilitas yang lebih lengkap daripada scanner, misal pada fungsi iris, zoom atau frost.
- Gerakan alat ini relatif lebih lambat daripada scanner tetapi memiliki jangkauan area yang lebih luas.
7. Smoke machine
- Efek asap yang dipergunakan untuk memperjelas garis-garis sinar yang dipancarkan oleh lampu PAR dan lampu efek.
- Dapat dikendalikan secara otomatis melalui program komputer atau lighting console, atau manual.
8. Follow spot
- Alat ini dipergunakan untuk menyorot penampil yang ada dipanggung yang menjadi sorotan utama, seperti MC, bintang tamu atau seseorang yang spesial dalam acara tersebut.
- Kapasitas bohlam beragam, mulai dari 575 Watt hingga 5000 Watt. Demikian juga dengan jenis bohlam.
- Dikendalikan secara manual.
9. City Light Color/Wash
- Salah satu peralatan yang cukup sering dipergunakan adalah city light color/wash.
- Dipakai untuk membuat nuansa warna pada suatu area acara. Sering difungsikan sebagai alternatif pengganti lampu PAR.
- Kapasitas bohlam 2500 Watt.
- Dikendalikan secara otomatis melalui komputer atau lighting console.
10. Mirror ball
- Berupa bulatan bola yang ditempeli dengan ratusan kaca.
- Tidak menghasilkan sinar tetapi bisa merefleksikan sinar.
- Nama keren yang sering diucapkan adalah “bola disko”.
Warna Cahaya
Warna juga penting peranannya sebagai alat pengendali
intensitas cahaya. Di negara teklnologi maju yang telah lama menggunakan
intensitas cahaya listrik sebagai alat utama cahaya panggung, pada abad XV
tidak saja membedakan intensitas cahaya lampu antara komedi dan tragedi, akan
tetapi juga membedakan tata wana cahayanya. Warna-warna hangat dipergunakan
untuk cahaya komdei, sedangkan warna dingin dipergunakan untuk cahaya tragedi.
Konsepsi warna demikian itu masih secara umum dan masih banyak dipergunakan
hingga pada saat ini, namun juga banyak sekali kejutan-kejutan warna cahaya
yang diciptakan secara cerdik yang menjadi tantangan.
Penggunaan warna cahaya di panggung sangat menarik oleh
karena sifat-sifatnya yang unik. Di satu pihak ia memiliki sifat objektif oleh
karena takarannya sudah pasti, misalnya, sumber cahayanya, kekuatan lampunya,
perumahan lampunya, media atau filter (saringan) warnanya, semuanya sudah
pasti. Namun, sorotan warna cahaya lampu itu ketika memantul dari benda atau
pemeran yang kena sorot, pantulan warnanya yang sampai mata penonton bisa
berubah.
Di lain pihak, warna memiliki sifat subjektif atau memiliki
faktor psikologis karena kemauan sang sutradara yang lebih tertarik kepada
pantulan warna-warna para pemeran di mata penonton. Dengan demikian, diperlukan
kemahiran tersendiri bagi seorang penata cahaya untuk mengolah faktor-faktor
objketif dan subjektif. Tidak saja diperlukan pengetahuan yang mendalam, akan
tetapi juga pengalaman yang matang untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.










0 komentar:
Posting Komentar